Terluka
Kurapatkan jari-jari kurusku dalam kepasrahan yg tingkahi isak tangis.
mengoyak tafakur, aku yg maha cela terhempas jiwa terakhirku pada surga telah rapuh.
sejak hitungan waktu lalu menjadi sejarah dan terbingkai dalam kenangan jahiliahku.
aku cuma bangun dari seperjuta debu,
memohon rengkuhan penghangat luka yg lama membusuk.
oh… dimanakah dia…
dzat yg maha sempurna, pemilik cinta tanpa melukai, pemilik rasa yg indah dalam bungkusan anugrah.